Archive for April, 2007

Soft Opening Mahanagari at Dipati Ukur 21

Wednesday, April 11th, 2007

Mahanagari bakal ngebuka toko baru setelah kita menggusur diri kita
sendiri dari Victoria Factory Outlet di Dago. Toko barunya terletak di
Dipati Ukur 21. Di depannya ada food court yang makanannya lumayan
oke-oke lho :D

Kita bakal ngasih diskon 10% selama soft opening.
Soft Opening akan dimulai pada tanggal 13 April 2007, sampai tanggal 22 April 2007. Juga akan ada pemutaran film Bandung Oud en Nieuw yang baru aja diedit
sama Ben pada malam Minggu, 14 April
2007 jam 7.30 malam, dan malam Minggu, 21 April 2007. Pas pemutaran film juga kita akan bagi-bagi doorprize berupa T-Shirt gratis, Pin, dan VCD ‘Bandung Tempo Doeloe’

Ditunggu ya…

Bandung Tempo Doeloe

Wednesday, April 11th, 2007

Talkshow
Bekerjasama dengan Kota Baru Parahyangan, Mahanagari bikin kegiatan
yang bertajuk Bandung Tempo Doeloe. Dibungkus suasana Imlek, jadilah
kita menyulap Bale Pare Kota Baru Parahyangan menjadi Bandung Tempo
Doeloe lengkap dengan toko-tokonya : Toko Buku Van Dorp, tempat makan
‘Maison Bogerijen’, fashion house ‘Keller Mode Magazijn’, dan lain-lain.

Selain
menampilkan toko-toko bergaya jaman dulu, kita juga menampilkan
kesenian Sunda bekerjasama dengan Komunitas Hong-nya Jae. Kita juga
bantu di acara dengan menampilkan Klinik Kerontjong, yang bikin seorang
ibu tua tidak mau beranjak di kursinya dan manggut-manggut mengingat
masa lalu, dan Manik & Gege yang lucu abis itu.

Kita juga
memutar film. Walaupun ngakunya Bioscoop Majestic, Ben dan Adhi yang
jadi ticketing membuat pertunjukan film ‘Bandung Oud en Nieuw’ itu
mirip seperti misbar, hehe…

Beberapa hari yang lalu, tanggal
5-8 April di CiWalk, kita juga membuat acara yang mirip. Bekerjasama
ama Hong juga untuk permainan anak, Mahanagari sih fokus di talkshow
dan pemutaran film. Kita memutar tiga film, yang pertama adalah
film-nya Irfan Amalee Danau Bandung: A Journey to Forgotten Past, film
kompilasi Bandung Heritage mulai dari Bandung 1910 sampai dengan 1949,
dan film buatan komunitas Tatar Ukur tentang bangunan bersejarah di
Bandung. Talkshow kita dibantu ama Pak Budi dari KRCB, Amor dari
Bandung Trails, dan Adhi dari Bandung Heritage.

Bandung Pisan: Diskusi Sejarah Bandung

Wednesday, April 11th, 2007

Bandung_pisan
Mahanagari bekerjasama dengan Lawang Buku Distributor mengadakan
serangkaian kegiatan diskusi mengenai sejarah kota Bandung di beberapa
kampus dan sekolah di Bandung.

Ada tiga diskusi yang sudah
dilakukan. Yang pertama dalah diskusi tentang Bandung Purba di SMA 3
Bandung. Pembicaranya Pak Budi Brahmantyo, dosen geologi ITB dan
penggiat Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) dan Irfan Amalee dari
IF-Venue, yang bikin film keren tentang Bandung Purba dengan judul
Danau Bandung: A Journey to Forgotten Past.

Diskusi kedua kita
bikin di Fakultas Ilmu Sastra dan Seni (FISS) Universitas Pasundan di
Setiabudhi. Temanya Sunda Buhun. Yang ngebahas adalah Jae teman kita
dari komunitas Hong dan Pak Felix dari Bandung Heritage. Di acara ini
juga kita sempat menampilkan sedikit gambaran kesenian Sunda Buhun,
yaitu tarawangsa.

Diskusi ketiga dilakukan bekerjasama dengan
LPM Unpad di Dipati Ukur. Pembahasannya apalagi kalau bukan mengenai
Dipati Ukur. Pembahasnya adalah sejarawan penemu ulangtahun Bandung,
pak Sobana. Gara-gara diskusi ini, Kabupaten Bandung menunda penetapan
ulangtahunnya karena digugat Pak Sobana, hehe…

Diskusi keempat rencananya tentang Bandung Kolonial: Lifestyle dan Makanan. Tanggalnya? Tunggu aja ya…

Jalan-Jalan ke Gua Pawon

Wednesday, April 11th, 2007

Gua2
Pada hari Sabtu, 3 Februari 2007 lalu Mahanagari ngadain acara
jalan-jalan ke Gua Pawon. Awalnya karena penasaran, setelah kita
ngadain diskusi kerjasama dengan Lawang Buku di SMA 3 Bandung yang
membahas tentang Bandung Purba.Juga karena buku Geowisata dari KRCB
yang mengajak kita jalan-jalan di seputar Bandung dan mengamati
fenomena geologi dan geografinya (bukunya dijual lho di Mahanagari. 80
ribu saja).

Di diskusi yang dipandu ama Pak Budi Brahmantyo dari
Geologi ITB dan Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) ini, ternyata
ketauan kalau dahulu itu, jauh sebelum Bandung adalah danau, Bandung
dulunya adalah lautan. Katanya, buktinya bisa terlihat di perbukitan
Kars Citatah. Terus, masih di tempat yang sama, juga ada bukti bahwa
dahulu, Bandung pernah dihuni sama manusia purba, dengan ditemukannya
kerangka Manusia Pawon di Gua Kopi, Gua Pawon. Nah, gimana ga penasaran
kan?

Akhirnya, setelah kasak kusuk ke sana ke sini, kita membuat
tur kecil ke Gua Pawon, ditemani sama Pak Felix dari Bandung Heritage,
yang juga merupakan salah satu guide senior di dalam jagat pariwisata
Bandung, dan Pak Budi Brahmantyo dan Pak Bahtiar dari Kelompok Riset
Cekungan Bandung. Pesertanya? Anak-anak Mahanagari ditambah teman-teman
komunitas ‘Ngariung Bandung’, Bandung Trails, Lawang Buku pecinta
jalan-jalan kayak Yaya dan teman-teman dari Image Nation, plus geng
heboh independen kayak Pitra dan Nina, hehe…

Acaranya rame
banget. Ngumpul di Kota Baru Parahyangan ( makasih buat Pak Raymond dan
Pak Lucky) yang mengijinkan Bale Pare jadi pitstop kita, hehe), sekitar
30-an orang lalu berdesak-desakan di dalam truk tentara menuju Bukit
Pawon dan Gua Pawon. Dari sana kita lalu makan siang dengan nasi liwet
( masih di daerah Bukit Pawon) yang disediakan oleh teman-teman dari
Snapling, pecinta alam lokal sana, lalu menuju ke tempat berenang di
daerah Citatah.

Acara ini menginspirasi teman-teman dari Bandung
Trails (hehe..geer) untuk bikin acara yang sejenis di bulan Mei ini.
Kalau tertarik pengen ikutan, bisa lihat di website-nya di sini.Selain
teman-teman Bandung Trails, teman yang lain, dari Cantigi juga bahkan
tertarik buat ngembangin jalur geowisata ( yang termasuk di dalamnya
ada jalur Gua Pawon  juga) yang diilhami dari buku KRCB tentang
geowisata. Ditunggu jadwal jalan-jalannya ya…(setelah bantuin
kasak-kusuk ke Pak Budi dan Pak Bahtiar, harus ada jadwal jalan-jalan
gratis buat Mahanagari, hehe). Jadwal jalan-jalannya Cantigi bisa
dilihat di sini.