Diary Mahanagari: Downhill dan Cross Country Cikole to Dago (Part One)
Part One: Trek Down Hill Cikole I (Trek Latihan I)
Akhirnya gue punya waktu untuk menuliskan laporan pandangan mata hasil trialrun tim
jalan-jalan Mahanagari bersama Dark Crossers dari Cikole ke Dago, hari
Sabtu tanggal 23 Juni kemarin. Maaf agak telat nulis di Blog-nya karena
hari minggu terlalu sakit badan untuk duduk depan komputer, dan hari
senin langsung dikejar-kejar persiapan Mahanagari menghadapi Liburan
Sekolah tahun ini .. he he .. business is business, katanya.
Well, mari kita mulai cerita panjang ini … sumpah, beneran panjang sekali!
Tim
kita berkumpul on time jam 7.30 di markasnya Dark Crossers di Galeri
Padi - Dago. Karena Sule berhalangan, maka tim pencoba tour Bandung
kali ini hanya ada 6 orang terdiri dari Enci (satu-satunya cewek hari
itu), Yaya, Deden, Lemet, Intan dan saya sendiri-Benben. Sementara tim
Dark Crossers yang sudah siap mendampingi adalah Dody Sagir (Leader) serta para sweeper dan mekanik yaitu Guntur, Acin dan Kang Mey, plus To-ang si Fotografer.
Begitu tim siap maka kita langsung dikenalkan pada peralatan keamanan yang disuruh dipakaikan langsung ke badan. Helm, sarung tangan, vest, dan pelindung tulang kering -yang semuanya berwarna hitam. "Wah keren banget, berasa euy jadi biker teh." -itu komentar pertama kita. Kita belum tahu betapa pentingnya peralatan itu untuk 7 jam kedepan. 
Lalu
kita disuruh memilih sepeda yang rupanya sudah punya nomor
masing-masing. Gue pilih nomor 4 -pengen buktiin apakah benar 4 itu
nomor sial seperti kata orang Cina. Di luar nomor yang berbeda,
sebenarnya semua sepeda Dark Crossers itu identik. Dark Crossers
sendiri lah yang nge-modalin dan merakitnya. Kata Kang Mey, Dark Crossers adalah satu-satunya operator Biking
Cross Country (XC) yang memiliki sepeda untuk para tamunya. Dengan
begitu, orang yang gak punya pengalaman dan gak punya sepeda sendiri
bisa langsung menikmati asiknya bersepeda XC tanpa harus
beli sepeda dahulu. Harga paket mereka sudah termasuk sewa sepeda.
Sepedanya keren lah, apalagi untuk standar gue yang cuman ngerti sepeda
BMX dan Betrix

Pakai mobil buntung, kita langsung berangkat ke Cikole melalui arah
Dago Pakar. Semua harus pake helm, takut ditilang pak Polisi di jalan
.. he he. Dan begitu nyampe kita langsung diajarin cara penggunaan
sepeda XC masing2 oleh Dody -terutama tentang rem belakannya yang
dipindah ke tangan kanan, cara berdiri/duduk yang baik di atas sepeda, cara menaikkan dan menurunkan sadel, serta tidak lupa cara jatuh yang paling aman … hue hue .. penting bangett. Catat itu! :) … Tidak lupa setelah kita itu berdoa bersama.
Untuk latihan kita diajak turun ke sebuah trek yang katanya dulu sempat dijadikan trek kejurnas tahun 2000. Sebuah trek pendek dengan tingkat kesulitan agak tinggi. Dody langsung memimpin di depan dengan kecepatan tinggi .. gileee!

Kita semua berusaha sebisa-bisanya menikmati perjalanan kita karena
di pagi hari hutan Cikole memang benar-benar indah. Foto di atas
adalah Lemet yang baru pulang dari Jakarta dan langsung menikmati
indahnya Bandung. Sampai saat… kita mulai gak bisa mengejar si Dody
dan berjatuhan ke segala arah .. ha ha ha …
Di atas adalah foto jatuh pertama gue … gara-gara ada drop sedikit (drop itu semacam tangga alami) -langsung hilang lah gue dari pandangan.
Memang ternyata kita harus pandai-pandai mengatur rem. Prinsip ini musti selalu diingat: 1. Jika laju sepeda kita terlalu kencang dan kita kehilangan kontrol terhadap arah sepeda … maka kita pasti keluar jalur.
2. Kalau ngerem terlalu mendadak … pasti selip.
3. Kalau ngerem pake rem depan … terbalik!
Kalo dipikir-pikir hasilnya sama aja tuh … jatuh!..cuman, gayanya beda
Gue
kasih contoh deh: foto di atas adalah foto gue yang lupa
ngerem sehingga kehilangan kontrol arah sepeda. Lalu nabrak sisi kiri
jalan kemudian terbanting ke kanan jalan. Sakit? Iya, tapi gak separah
malu-nya
Karena memang setelah kita jatuh satu kali, kita mulai
kehilangan sedikit rasa takut dan mulai mengacuhkan rasa sakit.
Adrenalin mulai diproduksi di dalam tubuh … jatuh = bahagia .. asal
jangan parah-parah amet jatuhnya.

Kasus
lain adalah yang ngerem terlalu mendadak pakai rem depan. Hasilnya
terguling la yaw. Lihat foto di atas deh. Itu Enci yang tidak
sengaja ngerem pake rem depan yang sangat pakem. Ban depan berhenti
berputar dan berubah fungsi jadi semacam pengungkit dengan Enci
terdorong momentum ke depan … wussss …
Alhamdulillah
Enci (dan kita semua) sehat walafiat, dia langsung berdiri dan bilang
"gue gak apa-apa" -padahal kita semua udah agak pucat tuh ngeliat
adegan ala Jacky Chan macam tadi.
Kalo
elu pada berpikir "serem ameet tour nya…" .. ada benernya sih. Bagian
jatuh memang terlihat serem. Tapi gak seburuk itu kok. Dengan peralatan
pengaman nempel di badan, sebenernya 80% cedera bisa dihindari.
Lagian
ada benernya juga ketika latihannya menggunakan trek yang agak-agak
sulit. Hasilnya kerasa sama gue: kepercayaan diri memang jadi
meningkat. Setelah dua kali jatuh yang agak spektakuler -bisa dibilang
gue jadi gak terlalu takut jatuh. Aneh … tapi begitulah adanya.
Toh, yang namanya Cikole … dinikmatin sambil jatuh juga .. tetep aja indah

Sampai
di sini dulu catatan perjalanan bagian I. Nanti kita lanjutin bagian
selanjutanya .. soalnya masih panjang tuh perjalanan kita menikmati
alam Bandung dari atas sepeda. Sesudah trek ini kita masih sempat
mencoba Trek kejurnas yang baru, lalu turun dari atas tangkuban perahu
melalui trek Jayagiri sampai ke lembang, lalu turun terus menuju dago
pakar melewati hutan.
Pokoknya mah, SiiiiiP!
benben
for mahanagari