Arung Jeram di Palayangan, Pangalengan

June 19th, 2007 by mahanagari

Brosur_rafting_palayangan_q2_0001
Mahanagari bekerjasama dengan Cantigi akan bikin
acara di Pangalengan, tepatnya aru
ng jeram di sungai Palayangan, Pangalengan pada hari Sabtu, 7 Juli 2007.

Sungai Palayangan merupakan salah satu pilihan tempat berkegiatan arung jeram yang relatif dekat dari kota Bandung. Sungai ini terletak 45 km di selatan Bandung.

Air sungai Palayangan berasal dari Situ Cileunca, sebuah danau buatan
dengan luas lebih dari 14.000 m2 yang dikelilingi oleh hutan pinus, perkebunan teh dan kebun sayuran. Air sungai ini sebenarnya diperuntukkan untuk PLTA PLN Pangalengan.

Brosur_rafting_palayangan_q2_0002_1
Walaupun relatif sempit, Sungai Palayangan memiliki gra
dien tinggi sehingga arus sungai cukup kencang dengan kelas jeram antara III - IV. Lintasan pengarungan adalah sekitar 4, dengan 14 jeram antara lain jeram selamat datang, rungkun, blender, es, kecapi, comba, anak domba, gadis 1, gadis 2 dan rahong. Kegiatan berarung jeram ini menghabiskan waktu sekitar 1,5 - 2 jam.

Kegiatan arung jeram di sungai ini berbeda dengan berarung jeram di sungai ‘liar’, tapi yang pasti Sungai Palayangan mampu memberikan tantangan yang menjanjikan. Tantangan yang berlaku tidak saja bagi para pemula, namun juga bagi mereka yang pernah mengikuti kegiatan arung jeram.
Harga mulai Rp. 250.000,- per pax (untuk member Mahanagari ada harga khusus)
Paket termasuk

• Transportasi dari Bandung (Land Rover)

• Makan siang

• Snack dan air mineral

• Peralatan arung jeram

• Skipper/instruktur

• Asuransi

• Dokumentasi (standard - photoCD & videoCD)

Tempat terbatas…buat yang tertarik, bisa hubungi ulu di Mahanagari 022-2012437 atau di0813-94889090

DarkCrosser Downhill Bike (Mahanagari Trial Run) 23 Juni 2007

June 7th, 2007 by mahanagari

Untuk teman-teman Geng Jalan-jalan Mahanagari yang sudah terdaftar
untuk DownHill Bike tanggal 23 Juni 2007 nanti, ini adalah detil
informasi tentang acara 2 minggu lagi tsb.
Trackdarkcrossers
Jumlah peserta : 8 orang (Ben, Enci, Dondy, Yaya,  Dinan, Sule, Tita,  Intan)

(Sesudah
trialrun oleh Mahanagari, nanti tour downhill bandung ini akan dibuka
untuk member dan umum. Silahkan daftar ke Mahanagari DU 21 dan ulu 0813-94889090). Tapi nanti yaa .. abis trialrun-nya!

Sepedadarkcrosser

Jenis
kegiatan : Bike XC trip

Waktu : Sabtu 23 Juni 2007

Rute yang diusulkan : Cikole – Tangkuban Perahu - Trek5 – Jayagiri 2 – Lembang – Maribaya - THR Juanda -  Dago (Finish).

Termasuk  (all in) : transport ke tempat start, sewa sepeda XC ful suspension, safety gear (helmet, gloves, shinguard), safety vest, raincoat-  and short course + guidances, sarapan roti di basecamp, makan siang, ransum perjalanan, dokumentasi digital- (CD) from SLR Camera,  asuransi kecelakaan 1 hari (untuk semua riders)

B. Rincian kegiatan dan waktu :

07.30 : Gank Mahanagari  berkumpul di basecamp, padi artground, Juanda 329 Bandung.

Sarapan roti dulu, lalu berangkat bersama-sama ke cikole lembang selambatnya jam 8 pagi (dgn mobil bak).

08.30 – 09.00 : Tiba di Cikole, mendapat kursus singkat mountain biking, warming up dan berdoa bersama.

09.00 – 10.30 : mencoba trek latihan  XC  (2-3 x balikan / sepuasnya),

10.30 – 11.00 : menuju kawah tangkuban parahu untuk berfoto bersama,

11.00 – 13.30 : menembus hutan trek5 cikole dan hutan Jayagiri 2, hingga  sampai checkpoint (lunch)  di kota Lembang ( perjalanan 85 % turunan dan datar).

13.30-14.00 :  makan siang bersama di ayam goreng brebes lembang.

14.00 -15.30 : perjalanan di lanjutkan melalui jalan raya lembang - Maribaya-Hutan Juanda –hingga finish  di Dago (basecamp).

15.30-16.00 : Finish, kegiatan berakhir di basecamp. Bersih-bersih, dan menunggu sebentar hasil dokumentasi ditransfer ke CD.

Jarak tempuh Total : 25 -28 KM  (seru abislah hehe..).

Dresscode :

·Celana gunung ( pendek atau ¾ jangan panjang)

·Kaos tangan panjang (wajib !).

·Sepatu olahraga (jangan yang baru, full muddy soalnya) + pake kaos kaki

·Bawa handuk kecil (kalo perlu)

·Kaca mata hitam (lumayan perlu, kalo pas terik silau, man!)


Catatan Tambahan:

Mahanagari gank akan dikawal 4 orang darkcrossers’s guides (1 leader, 1 sweeper, 1 teknisi dan 1 fotografer).

Hayuuuuuuu!

Diskusi tentang Proses Kreatif

June 7th, 2007 by mahanagari

Acara : Pemutaran film karya anak-anak senirupa ITB tentang proses kreatif dan diskusi dengan Hanafi, Chief Designer Mahanagari, dan Yaya, Chief Designer Image Nation tentang proses kreatif

Tempat : Foodcourt Dipati Ukur 21

Waktu : Sabtu, 16 Juni 2007, jam 19.00

Ada doorprize seperti biasa dan musik juga lo…

Gratis dan terbuka untuk umum

Jalan-Jalan Ke Dago Pakar

May 27th, 2007 by mahanagari

Mahanagari bekerjasama dengan Opa Felix dari Bandung Heritage
menyelenggarakan acara jalan-jalan ke Dago Pakar. Kita akan melihat KQ
380, tempat ditemukannya batu obsidian peninggalan manusia purba, juga
menelusuri lembah sungai Cikapundung, dan mencoba hidup seperti manusia
Sunda dahulu, misalnya dengan belajar bikin perangkap burung…seru
lah…dan jalan-jalan ga mesti jauh-jauh kok.

Biaya untuk makan siang dan guiding Rp 30 ribu saja.

Acara bakal diadakan pada hari Minggu, 3 Juni 2007, mulai jam 08.00. Kumpul di Dago Tea House. Pendaftaran dan informasi bisa hubungi mahanagari ke ulu : 2012437 .

Bandung Purba: Perjalanan Menjelajah ke Dasar Laut

May 27th, 2007 by mahanagari

“Hana nguni hana mangke

Tan hana nguni tan hana mangke

Aya ma beuheula aya tu ayeuna

Hanteu ma beuheula hanteu tu ayeuna

hana tunggak hana watang

Tan hana tunggak tan hana watang

Hana ma tunggulna aya tu catangna”

 

Ada dahulu ada sekarang

Bila tak ada dahulu tak akan ada
sekarang

Karena ada masa silam maka ada
masa kini

Bila tiada masa silam tak akan
ada masa kini

Ada tonggak tentu ada batang

Bila tak ada tonggak tak akan
ada batang

Bila ada tunggulnya tentu ada
batang kayunya

 

‘Kropak 632 dari Kabuyutan Ciburuy’, dikutip dari buku Semerbak Bunga
di Bandung Raya, Haryoto Kunto

 
Saya termasuk orang yang malas belajar ‘sejarah’. Sejarah dalam artian
pelajaran sejarah di sekolah dulu yang membosankan. Cerita  masa lalu yang direduksi cuma menjadi sekedar
tanggal dan nama orang yang harus dihapalkan supaya kalau ujian kita ga dapat
angka lima. Tapi seperti kata Pak Kunto di bukunya yang saya kutip di atas,
bila tak ada dahulu tak akan ada sekarang. Bukankah belajar sejarah itu harus
supaya kita bisa belajar dari kearifan-dan kadang-kadang kebodohan juga
sih-masa lalu?

 
Nah, ketika teman-teman Bandung Trails bikin acara menelusuri jejak
Bandung Purba pada hari Sabtu, 19 Mei 2007 kemarin, dengan semangatnya saya ikut. Banyak hal yang bisa didapat dengan
ikut acara jalan-jalan seperti ini. Selain berolahraga (karena naek turun bukit,
hehe), belajar geografi, geologi, dan sejarah tentunya, banyak hal praktis yang
patut diketahui sebagai orang yang tinggal di Bandung. Misalnya, bahwa Bandung
rawan gempa seperti yang heboh ditulis di Pikiran Rakyat kemarin (jadi harus
mulai latihan evakuasi gempa dan kalau punya rumah ya besinya dibagusin…) dan
yang namanya Tangkuban Perahu itu sampai sekarang masih aktif.

 

Peserta_tur_1
Acara dimulai pagi banget di Taman Ganesha atau yang dalam bahasa kode
kita, Ijzerman Park. Geng jalan-jalan Mahanagari yang isinya lumayan bervariasi, mulai dari desainer, orang advertising, sampe biologist, dan ronin, hehe,
nongkrong sebentar sambil
sarapan dan registrasi. O,ya, tau ga kalau di Taman Ganesha, di sekitar tugu
berbentuk kubus berwarna silver tepat di depan gerbang ITB itu ada penunjuk
arah gunung-gunung di seputar Bandung, lengkap dengan ketinggiannya yang
dibikin waktu jaman Belanda? Coba deh lihat kalau mampir ke taman Ganesha.

 
Di taman Ganesha, teman-teman Bandung Trails memutarkan film karya
Irfan AmaLee yang sudah sering kita putar juga,’Danau Bandung: A Journey to
Forgotten Past’. Irfan ini salah satu anak muda Bandung yang peduli dengan
sejarah, dan hobinya adalah bikin film. Dia dahulu penggagas sebuah komunitas
kreatif di daerah selatan Bandung, IF Venue.

 

Gunung_batu
Dari Taman Ganesha, perjalanan kita mulai menggunakan truk tentara ke
arah Lembang, ke titik pertama penelusuran, yaitu Gunung Batu. Dari Gunung Batu
kita bisa melihat hamparan cekungan Bandung. Kelihatan juga gunung-gunung yang
melingkungi Bandung. Mulai dari Patuha, Malabar, Mandalawangi, Manglayang,
Bukit Tunggul, sampai ke Tangkuban Perahu. Kalo mau tahu lebih jelas gunung apa aja yang melingkungi Bandung, Mahanagari
bikin tuh kaos ‘Bandung dilingkung ku Gunung’ yang diambil dari peta tua jaman
Belanda. Dijamin bukan cuma punya kaos keren, tapi juga menambah pengetahuan,
huehehe…(adv :p)

Pemandangan_dari_atas_gunung_batu
Batuan di Gunung Batu sendiri merupakan lava andesit yang umurnya konon
sudah sekitar 510 ribu tahun. Dari puncak Gunung Batu ini juga kita bisa
melihat sesar Lembang yang kemarin dihebohkan kalau bergerak bisa bikin gempa
sampai 7.5 skala Richter. Ketika sesar Lembang ini bergerak dahulu, batuan di
Gunung Batu patah dan bagian selatannya terangkat membentuk bukit yang
memanjang, sementara bagian utaranya amblas membentuk dataran Lembang. Tapi,
menurut Pak Budi Brahmantyo, guide kita sekaligus dosen Geologi ITB, sesar Lembang ini sudah ratusan tahun tidak bergerak secara signifikan. Tapi bukan
berarti tidak akan bergerak, karena yang namanya bumi, kadang-kadang punya
siklus pergerakan yang bisa tahunan, puluhan tahun, bahkan ratusan tahun.
Artinya, kita sebagai penduduk yang tinggal di daerah rawan gempa, harus selalu
waspada.

 

NgamprahSebenarnya dari Gunung Batu, Lembang, harusnya kita ke Ngamprah dulu,
melihat tempat terbendungnya sungai Citarum yang menyebabkan terjadinya Danau
Bandung di Cimahi. Cuma karena waktu mepet, Ngamprah dilewat (walaupun fotonya
bisa diintip disini juga). Bisa juga, kalau waktunya banyak, sebelum ke
Ngamprah bisa mampir dulu Lava_melingkar_di_curug_bubrugke Curug Bubrug di dekat Vila Istana Bunga, di depan
Curug Cimahi. Di Curug ini ada sisa-sisa lava letusan gunung Tangkuban Perahu
yang berbentuk melingkar yang cukup spektakuler, selain curug-nya sendiri yang
bagus dan menarik.

 

Sanghyang_tikoro
Dari Lembang perjalanan diteruskan ke Sanghyang Tikoro. Sanghyang Tikoro
ini terletak di daerah Saguling, Padalarang, dalam bahasa Sunda Tikoro berarti
tenggorokan. Sanghyang Tikoro ini dahulu dipercayai sebagai tempat bobolnya
Danau Bandung (Hmm..tau kan kalau Bandung itu dahulunya danau?) karena sungai
Citarum yang mengalir, tiba-tiba masuk ke dalam gua dan menjadi sungai bawah
tanah. Penelitian lebih mutakhir menyebutkan bahwa Danau Bandung bobol di
perbukitan terjal antara Pasir Kiara dan Pasir Larang, yang terlihat bentangnya
dari Sanghyang Tikoro.  Selain melihat sungai
Citarum yang menjadi sungai bawah tanah, di Sanghyang Tikoro ini kita bisa
melihat turbin PLN yang memasok listrik untuk Pulau Jawa dan Bali. Katanya sih,
daerah ini juga sering dipergunakan untuk rafting, yang mungkin akan kita coba
pada lain kesempatan.

 

Gua2_1
Stone_garden_1Dari Sanghyang Tikoro perjalanan diteruskan ke stop terakhir, yaitu Gua
dan Puncak Pawon. Di Gua Pawon kita bisa melihat jejak-jejak homo sapiens
(manusia) yang menghuni daerah sekitar danau Bandung. Di salah satu gua-nya, di
Gua Kopi, ditemukan fosil manusia jaman sejarah yang katanya paling tua di Jawa
bagian Barat. Fosil yang aslinya sih sudah diangkut ke Balai Arkeologi, di Gua
Pawon ini tinggal replikanya. Fosil ini berada dalam posisi meringkuk, yang
menurut salah satu teori, orang jaman dahulu dikebumikan dengan posisi sama
seperti saat mereka berada di dalam rahim, yaitu meringkuk. Di Gua ini juga
kita bisa melihat kelelawar yang menghuni gua, dan dari ruang tujuh,
pemandangan ke arah lembah Sungai Citarum Purba terlihat jelas.

 

Puncak_pawonPemandangan_dari_puncak_pawon_1   Selain Gua Pawon, tentu saja highlight lain di tempat

ini adalah Puncak
Pawon. Disini kita bisa melihat stone garden, yang ketika kita naik disinari
matahari yang hamper tenggelam, memberikan efek ‘luar negeri’ kalau kata Ben of
Mahanagari. Di stone garden ini kita juga bisa melihat bukti bahwa dahulu
tempat ini adalah dasar lautan, yaitu dengan fosil terumbu karang yang ditemukan di Puncak Pawon ini, bayangkan! Selain stone garden, ada juga tempat
pemujaan jaman megalitikum di Puncak Pawon, yang katanya, batunya sengaja
dibawa dari tempat lain ke Puncak untuk keperluan pemujaan. Dari Puncak ini, pemandangan
indah seputar lembah Citarum dan Karst Citatah terlihat jelas. Ditambah dengan
matahari yang hampir terbenam, membuat semua orang kalap untuk berfoto-foto.

 
Selain keindahan, kehancuran juga terlihat jelas. Gunung-gunung sekitar
Bukit Pawon yang hampir habis dieksploitasi, pabrik-pabrik yang mengepung, dan
polusi. Bekas tangan-tangan serakah manusia terlihat, dan kami semua berpikir,
apakah 10 tahun dari sekarang, tempat dimana kita bisa mempelajari sejarah kota
kita tercinta ini masih ada atau tidak?

Rute Perjalanan: Gunung Batu (Lembang)-Sanghyang Tikoro(Saguling, Padalarang), Gua Pawon dan Puncak Pawon (Citatah, Padalarang)

Rute Ideal : Gunung Batu (Lembang), Curug Bubrug (Cimahi, bisa dari Lembang lewat Cihideung), Ngamprah (Cimahi), Gua Pawon, Puncak Pawon, Sanghyang Tikoro

Geowisata_1Buku panduan jalan-jalan Geowisata yang ditulis oleh Tim Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB), bisa dan hanya bisa dibeli di Mahanagari. Silakan lihat-lihat dulu ke Mahanagari at CiWalk atau Dipati Ukur 21.

Untuk ngecek kegiatan jalan-jalan lain di Bandung, bisa cek ke website Bandung Trails: http://www.bandungtrails.org. Kalau pengen ikutan dan kesulitan daftar, bisa lewat Mahanagari

Paket jalan-jalan terbaru yang ditawarkan lewat Mahanagari adalah
jalan-jalan ke Dago Pakar pada tanggal 3 Juni besok (liat postingan
under Jalan-Jalan ke Dago Pakar). Selain itu, Geng Jalan-Jalan Mahanagari bakal jalan lagi nanti tanggal 23 Juni. Kali ini kita akan nyoba rute Downhill pake sepeda tentu saja. Laporannya tentu saja bakal dinikmati teman-teman semua, dan mudah-mudahan paket downhill-nya bisa segera ditawarkan ke teman-teman (nc).

Photo courtesy of ben of mahanagari, enci, and intan

Upcoming Events

May 18th, 2007 by mahanagari

Sori, sori telat ngasi tau kalau besok, hari Sabtu, 19 Mei 2007, Mahanagari bakal ikutan mensponsori acara jalan-jalan menyusuri sejarah Bandung Purba yang dibikin sama teman-teman Bandung Trails. Acaranya merupakan pengembangan dari acara sejenis (baca : Jalan-Jalan ke Gua Pawon) yang dibikin Mahanagari. Sori lagi karena acaranya sold out. Abis, bis…waiting list-nya panjang. Jadi buat yang pengen ikutan tunggu aja karena Mahanagari bakal ngabarin kalau Bandung Trails bakal bikin lagi acaranya (gosipnya sih bakal secara peminatnya bejibun…). Cerita acara besok bakal diposting di blog juga, jadi tunggu aja.

Selain mensponsori acara di atas, Mahanagari juga masih setia dengan tema Bandung-nya. Di toko kita yang baru, di Dipati Ukur 21, Mahanagari memanfaatkan teras depan toko yang juga teras depan foodcourt untuk mengadakan berbagai acara. Yang sudah dibikin tiga acara. Dua acara pertama kita memutarkan film Bandung Tempo Dulu. Yang terakhir kemarin pemutaran film karya irfan AmaLee, ‘Bandung Purba: A Journey to Forgotten Past’. Yang bakal segera dibikin adalah acara pemutaran film tentang desain dan diskusi dengan para desainer, juga pemutaran film tentang bobotoh Persib dan diskusi tentunya dengan para bobotoh Persib yang ‘die hard’. Tunggu aja tanggalnya ya…

Soft Opening Mahanagari at Dipati Ukur 21

April 11th, 2007 by mahanagari

Mahanagari bakal ngebuka toko baru setelah kita menggusur diri kita
sendiri dari Victoria Factory Outlet di Dago. Toko barunya terletak di
Dipati Ukur 21. Di depannya ada food court yang makanannya lumayan
oke-oke lho :D

Kita bakal ngasih diskon 10% selama soft opening.
Soft Opening akan dimulai pada tanggal 13 April 2007, sampai tanggal 22 April 2007. Juga akan ada pemutaran film Bandung Oud en Nieuw yang baru aja diedit
sama Ben pada malam Minggu, 14 April
2007 jam 7.30 malam, dan malam Minggu, 21 April 2007. Pas pemutaran film juga kita akan bagi-bagi doorprize berupa T-Shirt gratis, Pin, dan VCD ‘Bandung Tempo Doeloe’

Ditunggu ya…

Bandung Tempo Doeloe

April 11th, 2007 by mahanagari

Talkshow
Bekerjasama dengan Kota Baru Parahyangan, Mahanagari bikin kegiatan
yang bertajuk Bandung Tempo Doeloe. Dibungkus suasana Imlek, jadilah
kita menyulap Bale Pare Kota Baru Parahyangan menjadi Bandung Tempo
Doeloe lengkap dengan toko-tokonya : Toko Buku Van Dorp, tempat makan
‘Maison Bogerijen’, fashion house ‘Keller Mode Magazijn’, dan lain-lain.

Selain
menampilkan toko-toko bergaya jaman dulu, kita juga menampilkan
kesenian Sunda bekerjasama dengan Komunitas Hong-nya Jae. Kita juga
bantu di acara dengan menampilkan Klinik Kerontjong, yang bikin seorang
ibu tua tidak mau beranjak di kursinya dan manggut-manggut mengingat
masa lalu, dan Manik & Gege yang lucu abis itu.

Kita juga
memutar film. Walaupun ngakunya Bioscoop Majestic, Ben dan Adhi yang
jadi ticketing membuat pertunjukan film ‘Bandung Oud en Nieuw’ itu
mirip seperti misbar, hehe…

Beberapa hari yang lalu, tanggal
5-8 April di CiWalk, kita juga membuat acara yang mirip. Bekerjasama
ama Hong juga untuk permainan anak, Mahanagari sih fokus di talkshow
dan pemutaran film. Kita memutar tiga film, yang pertama adalah
film-nya Irfan Amalee Danau Bandung: A Journey to Forgotten Past, film
kompilasi Bandung Heritage mulai dari Bandung 1910 sampai dengan 1949,
dan film buatan komunitas Tatar Ukur tentang bangunan bersejarah di
Bandung. Talkshow kita dibantu ama Pak Budi dari KRCB, Amor dari
Bandung Trails, dan Adhi dari Bandung Heritage.

Bandung Pisan: Diskusi Sejarah Bandung

April 11th, 2007 by mahanagari

Bandung_pisan
Mahanagari bekerjasama dengan Lawang Buku Distributor mengadakan
serangkaian kegiatan diskusi mengenai sejarah kota Bandung di beberapa
kampus dan sekolah di Bandung.

Ada tiga diskusi yang sudah
dilakukan. Yang pertama dalah diskusi tentang Bandung Purba di SMA 3
Bandung. Pembicaranya Pak Budi Brahmantyo, dosen geologi ITB dan
penggiat Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) dan Irfan Amalee dari
IF-Venue, yang bikin film keren tentang Bandung Purba dengan judul
Danau Bandung: A Journey to Forgotten Past.

Diskusi kedua kita
bikin di Fakultas Ilmu Sastra dan Seni (FISS) Universitas Pasundan di
Setiabudhi. Temanya Sunda Buhun. Yang ngebahas adalah Jae teman kita
dari komunitas Hong dan Pak Felix dari Bandung Heritage. Di acara ini
juga kita sempat menampilkan sedikit gambaran kesenian Sunda Buhun,
yaitu tarawangsa.

Diskusi ketiga dilakukan bekerjasama dengan
LPM Unpad di Dipati Ukur. Pembahasannya apalagi kalau bukan mengenai
Dipati Ukur. Pembahasnya adalah sejarawan penemu ulangtahun Bandung,
pak Sobana. Gara-gara diskusi ini, Kabupaten Bandung menunda penetapan
ulangtahunnya karena digugat Pak Sobana, hehe…

Diskusi keempat rencananya tentang Bandung Kolonial: Lifestyle dan Makanan. Tanggalnya? Tunggu aja ya…

Jalan-Jalan ke Gua Pawon

April 11th, 2007 by mahanagari

Gua2
Pada hari Sabtu, 3 Februari 2007 lalu Mahanagari ngadain acara
jalan-jalan ke Gua Pawon. Awalnya karena penasaran, setelah kita
ngadain diskusi kerjasama dengan Lawang Buku di SMA 3 Bandung yang
membahas tentang Bandung Purba.Juga karena buku Geowisata dari KRCB
yang mengajak kita jalan-jalan di seputar Bandung dan mengamati
fenomena geologi dan geografinya (bukunya dijual lho di Mahanagari. 80
ribu saja).

Di diskusi yang dipandu ama Pak Budi Brahmantyo dari
Geologi ITB dan Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) ini, ternyata
ketauan kalau dahulu itu, jauh sebelum Bandung adalah danau, Bandung
dulunya adalah lautan. Katanya, buktinya bisa terlihat di perbukitan
Kars Citatah. Terus, masih di tempat yang sama, juga ada bukti bahwa
dahulu, Bandung pernah dihuni sama manusia purba, dengan ditemukannya
kerangka Manusia Pawon di Gua Kopi, Gua Pawon. Nah, gimana ga penasaran
kan?

Akhirnya, setelah kasak kusuk ke sana ke sini, kita membuat
tur kecil ke Gua Pawon, ditemani sama Pak Felix dari Bandung Heritage,
yang juga merupakan salah satu guide senior di dalam jagat pariwisata
Bandung, dan Pak Budi Brahmantyo dan Pak Bahtiar dari Kelompok Riset
Cekungan Bandung. Pesertanya? Anak-anak Mahanagari ditambah teman-teman
komunitas ‘Ngariung Bandung’, Bandung Trails, Lawang Buku pecinta
jalan-jalan kayak Yaya dan teman-teman dari Image Nation, plus geng
heboh independen kayak Pitra dan Nina, hehe…

Acaranya rame
banget. Ngumpul di Kota Baru Parahyangan ( makasih buat Pak Raymond dan
Pak Lucky) yang mengijinkan Bale Pare jadi pitstop kita, hehe), sekitar
30-an orang lalu berdesak-desakan di dalam truk tentara menuju Bukit
Pawon dan Gua Pawon. Dari sana kita lalu makan siang dengan nasi liwet
( masih di daerah Bukit Pawon) yang disediakan oleh teman-teman dari
Snapling, pecinta alam lokal sana, lalu menuju ke tempat berenang di
daerah Citatah.

Acara ini menginspirasi teman-teman dari Bandung
Trails (hehe..geer) untuk bikin acara yang sejenis di bulan Mei ini.
Kalau tertarik pengen ikutan, bisa lihat di website-nya di sini.Selain
teman-teman Bandung Trails, teman yang lain, dari Cantigi juga bahkan
tertarik buat ngembangin jalur geowisata ( yang termasuk di dalamnya
ada jalur Gua Pawon  juga) yang diilhami dari buku KRCB tentang
geowisata. Ditunggu jadwal jalan-jalannya ya…(setelah bantuin
kasak-kusuk ke Pak Budi dan Pak Bahtiar, harus ada jadwal jalan-jalan
gratis buat Mahanagari, hehe). Jadwal jalan-jalannya Cantigi bisa
dilihat di sini.